Senin, 06 Februari 2012

cerpen...


Cerpen_Karya : Paramitha Intan Nur  Safitri
Assalamualikum wr.wb..
Mencoba belajar membuat cerpen.. selamat membaca saudara, teman dan sahabat sahabat ku… komentar kalian sangat aku butuhkan untuk perbaikan.. syukron….

“Kisah Mantan Pengguna Narkoba”

“AISYAH ”yah.. itu namaku, nama yg indah dari kedua orang tuaku..
Mereka memberiku nama aisyah karena mereka berharap aku menjadi wanita muslimah yang baik, sesuai dengan nama yang mereka berikan padaku..
Aku adalah anak tunggal, hidup bersama kedua orang tua yang serba berkecukupan, jadi wajar saja jika aku terlahir sebagai anak yang sangat manja..
Sejak kecil aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, hidup ku lebih beruntung dari pada teman temanku yang lainnya, dan semua barang yang aku miliki terlihat sangat mewah..
Ketika aku mulai beranjak remaja, aku sangat merasa kesepian karena di rumah yang besar  dan mewah ini aku hanya berteman dengan bik imah pembantu dirumahku, kedua orang tuaku sibuk dengan pekerjaannya..
Mereka hanya mencari uang uang dan uang, bahkan dari pagi sampai sore aku tak pernah bersama dengan kedua orang tua ku, aku hanya punya kesempatan bermanja pada mereka saat makan malam saja, itupun kalau mama dan papa pulang sebelum jam 9 malam..
Saat ini aku duduk di kelas 2 SMA, di sekolah aku termasuk salah satu cewek yang tidak pandai, prestasiku sangat rendah, karena kedua orang tuaku tak pernah memperhatikan aku lagi setelah aku menginjak usia dewasa, mereka sangat cuek dengan nilai nilai ku..
Apa lagi setelah aku mengenal seorang laki laki yang bernama anton, dia adalah kakak tingkat ku, awalnya aku hanya berteman biasa dengannya, tapi tak lama kemudian kami pun pacaran..
Dia adalah cinta pertamaku, ntah apa yang membuat aku begitu menyukainya..
Setelah beberapa bulan kami menjalin hubungan, dia terlihat berbeda, kebiasaan buruknya mulai aku ketahui, tapi itu sama sekali tak berpengaruh bagiku..
Suatu hari dia mengajak ku bolos sekolah, aku sama sekali tak berani menolak ajakkan nya, mungkin karena aku terlalu mencintainya hingga semua keinginannya selalu aku turuti..
dia mengajakku ke sebuah rumah yang lumayan jauh dari sekolah, itu adalah rumah temannya..
tanpa pikir panjang aku ikut dengannya, dan.. beberapa kemudian anton menawariku sebuah pil yang tak aku ketahui itu obat apa..
“beb. Cobain deh” kata anton sambil menunjukkan sebuah pil..
“apa itu beb” tanyaku.. dan aku langsung menelan pil itu..
Kejadian seperti  itu sering aku ulangi bersamanya, dan sepertinya sekarang hidupku sangat tergantung dengan obat obatan itu..
Suatu malam saat aku hampir lelap tidur.. handphoneku berbunyi, sebuah panggilan masuk dari nomor yang tak aku kenali, aku langsung menerima telfon itu.. “hall..” belum selesai aku mengatakan hallo, seseorang memotong perkataanku “anton meninggal dunia karena oper dosis”. Mendengar berita itu aku sangat sock, ternyata dia adalah pengguna narkoba dan aku ikut terjebak dalam dunia gelap itu..
Kini hari hari disekolah tak lagi ku lalui bersamanya seperti biasa, sejak saat itu  aku menjadi anak yang murung dan pendiam.. dan tak jarang teman ku melihat aku termenung sendirian di sudut ruangan itu..
Suatu Pagi disekolah, aku merasa sekujur tubuhku tak berdaya, aku tak mendapatkan obat itu lagi, teman teman mendapatiku sedang sakau di sebuah toilet, mereka segera membawaku ke rumah sakit.. masih untung nyawaku bisa tertolong..
 Satu hal yang sangat aku sesali dalam hidupku, dan aku tak akan bisa memaafkan diri ku sendiri, karena kejadian ini membuat papa meninggalkan kami untuk selamany karena  papa ku menderita  penyakit jantung dan kejadian itu membuatnya sock, akibat ulah ku papa kehilangan nyawa, dan mama ku sangat terpukul dengan kejadian ini, sungguh aku tak akan bisa memaafkan diri ku sendiri…
Meninggalnya papa adalah awal kehancuran keluargaku, kini mama sangat membenciku, dan mungkin tak akan da lagi maaf untuk ku, mama..aku menyesal..
Setelah aku masuk rehabilitasi kini aku dinyatakan bebas dari narkoba, tapi sayang sekali mama tak menginginkan aku tinggal bersamanya lagi.. aku sangat sedih dan kehilangan arah,dalam hati ku menjerit “ mengapa aku tidak mati saja seperti anton?? Tuhan.. aku benci hidupku…”
Aku bersyukur tuhan masih memberiku kesempatan untuk hidup.. seorang kakek yang sudah terlihat tua menghampiri aku di tepi jembatan itu.. lalu dia mengajakku untuk tinggal di pondok pesantrennya.. “apakah pantas manatan pengguna narkoba sepertiku tinggal di pesantren” tanyaku dengan suara lirih.. “astagfirullah nak.. tuhan itu maha pengampun, kembalilah padanya” jawab kakek tua itu…
Mungkin ini saatnya untuk memperbaiki diri dan menata hidupku kembali.. aku berharap semua bisa kembali seperti dulu..
Hari pertama di pesantren itu aku bingung ingin melakukan apa.. tempat ini terasa asing bagiku, saat suara adzan berkumandang tanda sholat ashar tiba seorang laki laki tampan dan gagah memberikanku alat sholat seraya berkata “mari sholat berjamaah”, tanganku bergetar menerima pemberian itu, dan mataku tak berkedip memandang kearah perlengkapan sholat itu…
Oohh Tuhan… betapa besar dosa yang telah aku lakukan selama ini, kini hanya ada penyesalan dan lautan air mata yang mengalir di sudut mataku.. izinkan aku kembali di jalanMu.. ku tau Kau menyayangiku dengan memberikan kesempatan padaku…
Saat malam datang menyapa, aku termenung di dekat jendela kamarku.. sosok bayangan indah datang menari nari di benak ku, dia adalah seorang pemuda yang ku temui sore tadi, “siapa dia..? senyumnya membuat hatiku berdegup kencang” hayal ku terbang jauh tentangnya.. semoga esok pagi aku bertemu dengannya..
Sore ini ada pengajian di pesantre, sebagai santri aku wajib datang ke pengajian itu, tapi aku bingung.. setiap santri yang ku temui menggunakan jilbab yang sangat anggun, hanya aku yang tidak mengenakan jilbab, lalu..bagaiman dengan aku ?. aku menemui kakek tua pemilik pesantren di ruangan nya.. aku sangat terkejut melihat pemuda itu sedang berbicara dengan kakek, langkahku seketika terhenti disini…
“ayo masuk nak” kata kakek saat melihatku, aku melangkah dengan perlahan mendekat ke arah mereka.. “ustad azam kenalkan ini santri baru di pesantren kita”kata kakek berbicara pada pemuda yang berdiri di dekatnya.. tanpa berjabat tangan karena bukan muhrim kami saling berkenalan,.
Setiap hari aku selalu mencari cara untuk bertemu dengan ustad azam, dia seorang ustad muda yang sangat mengagumkan tak heran jika banyak wanita yang memujanya termasuk aku, ku akui aku jatuh cinta padanya, ya mngkin aku benar benar jatuh cinta pada ustad azam..
Dari gossip yang beredar di pesantren yang ku dengar sore itu, aku kecewa sekali.. ternyata dia sebentar lagi akan menikah dengan zahra anak ustad abu.. “masih adakah harapan untuk ku” tanyaku dalam hati..
Saat aku berjalan menuju taman kecil di belakang pesantren, ada seorang wanita cantik memanggilku “assalamualaikum ukhti.. kamu yang bernama aisyah??, perkenalkan namaku Zahra”. Mendengar nama itu mataku selalu memandang pada wanita itu, aku berkata dalam hati “ohh,,ini wanita yang akan menikah dengan ustad azam, pantas saja..hhmmm”
Setelah pertemuan itu, aku menjadi terobsesi pada wanita cantik itu.. aku mulai mengenakan jilbab dan mengenakan pakaian seperti wanita itu, dalam fikirianku..”siapa tau dengan berpenampilan seperti ini ustad azam akan berpaling padaku,hehehe”
Aku semakin tak kuat menahan perasaan ku pada ustad azam, lalui aku memutuskan menulis sepucuk surat untuk menyatakan perasaanku padanya, sekian hari aku menunggu tapi tak ada balasan surat darinya.. aku merasa sangat malu dengannya, dan sejak itu aku tidak berani menemuinya lagi…
Aku menemukan sebuah buku yang berjudul “Aisyah” di kamarku, judulnya sama seperti namaku, dalam buku itu aku menemukan sepotong kertas kecil yang berisi “kamu terlihat lebih cantik dan anggun dengan memakai  jilbab”  mungkinkah ini dari ustad azam?? Oohh..betapa senangnya hatiku saat ini..
Esok harinya aku bertemu ustad azam, ku kira dia akan menanyakan soal buku itu padaku, tapi ternyata..sebuah undangan pernikahannya dengan Zahra, seketika melihat kedua nama dalam undangan itu, air mataku jatuh semakin deras, hatiku hancur bagaikan debu.. Ya Allah ternyata aku salah menduga, tapi apa aku salah jatuh cinta padanya?? Lalu siapa yang memberikan buku itu padaku…
Setelah hari pernikahan mereka, kakek memanggilku “aisyah..jika ada seseorang melamarmu, apa kamu akan menerimanya” aku sangat terkejut mendengar pertanyaan itu.. hatiku yang hancur semakin bingung tak menentu.. “apa maksud kakek??” tanyaku…Kakek hanya tersenyum dan berkata “nanti kamu akan mengerti”..
Setelah beberapa minggu, aku telah bisa mngobati luka hatiku, aku bisa menerima semua kenyataan ini, Allah pasti punya rencana indah untuk ku di balik semua ini.. aku kembali tersenyum dan merasa lebih baik dari sebelumnya…
Hari begitu cerah dengan langit yang kian biru.. pemandangan yang mengejutkan saat ku melihat di pintu masuk pesantren, ku melihat sosok wanita yang lama tak aku temui.. “mama” iya itu mama.. teriakku, lalu siapa laki laki muda yang bada di sebelahnya??
Ternyata ini yang di maksud kakek sebulan yang lalu..
Mama datang bersama seorang laki laki yang ingin meminangku, laki laki yang sangat sempurna bagiku, tampan, soleh, berwawasan luas dan penuh kasih sayang..
Kadang aku berfikir mantan pengguna narkoba sepertiku tak pantas untuk menjadi pendampingnya.. tapi Allah SWT  berkata lain, dialah jodoh yang dipersiapkan Allah untuk ku, seorang laki laki yang akan menjadi imam yang akan membimbingku di dunia, dan menjadi penuntun surgaku…
Terima kasih Ya Allah…aku sangat bersyukur atas anugrah yang Engkau berikan padaku.. Sungguh Kau Maha Penyayang umat_Mu…
Dan pada akhirnya aku bisa bersama dengan mama lagi… hidupku terasa sangat lengkap dengan adanya zaky, lelaki yang menikahi ku…