Cerpen_Karya : Paramitha Intan Nur Safitri
Assalamualikum wr.wb..
Mencoba belajar membuat cerpen.. selamat membaca saudara,
teman dan sahabat sahabat ku… komentar kalian sangat aku butuhkan untuk
perbaikan.. syukron….
“Kisah Mantan Pengguna Narkoba”
“AISYAH ”yah.. itu namaku, nama yg indah dari kedua orang
tuaku..
Mereka memberiku nama aisyah karena mereka berharap aku
menjadi wanita muslimah yang baik, sesuai dengan nama yang mereka berikan
padaku..
Aku adalah anak tunggal, hidup bersama kedua orang tua yang
serba berkecukupan, jadi wajar saja jika aku terlahir sebagai anak yang sangat
manja..
Sejak kecil aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan,
hidup ku lebih beruntung dari pada teman temanku yang lainnya, dan semua barang
yang aku miliki terlihat sangat mewah..
Ketika aku mulai beranjak remaja, aku sangat merasa kesepian
karena di rumah yang besar dan mewah ini
aku hanya berteman dengan bik imah pembantu dirumahku, kedua orang tuaku sibuk
dengan pekerjaannya..
Mereka hanya mencari uang uang dan uang, bahkan dari pagi
sampai sore aku tak pernah bersama dengan kedua orang tua ku, aku hanya punya
kesempatan bermanja pada mereka saat makan malam saja, itupun kalau mama dan
papa pulang sebelum jam 9 malam..
Saat ini aku duduk di kelas 2 SMA, di sekolah aku termasuk
salah satu cewek yang tidak pandai, prestasiku sangat rendah, karena kedua
orang tuaku tak pernah memperhatikan aku lagi setelah aku menginjak usia
dewasa, mereka sangat cuek dengan nilai nilai ku..
Apa lagi setelah aku mengenal seorang laki laki yang bernama
anton, dia adalah kakak tingkat ku, awalnya aku hanya berteman biasa dengannya,
tapi tak lama kemudian kami pun pacaran..
Dia adalah cinta pertamaku, ntah apa yang membuat aku begitu
menyukainya..
Setelah beberapa bulan kami menjalin hubungan, dia terlihat
berbeda, kebiasaan buruknya mulai aku ketahui, tapi itu sama sekali tak
berpengaruh bagiku..
Suatu hari dia mengajak ku bolos sekolah, aku sama sekali
tak berani menolak ajakkan nya, mungkin karena aku terlalu mencintainya hingga
semua keinginannya selalu aku turuti..
dia mengajakku ke sebuah rumah yang lumayan jauh dari
sekolah, itu adalah rumah temannya..
tanpa pikir panjang aku ikut dengannya, dan.. beberapa
kemudian anton menawariku sebuah pil yang tak aku ketahui itu obat apa..
“beb. Cobain deh” kata anton sambil menunjukkan sebuah pil..
“apa itu beb” tanyaku.. dan aku langsung menelan pil itu..
Kejadian seperti itu
sering aku ulangi bersamanya, dan sepertinya sekarang hidupku sangat tergantung
dengan obat obatan itu..
Suatu malam saat aku hampir lelap tidur.. handphoneku
berbunyi, sebuah panggilan masuk dari nomor yang tak aku kenali, aku langsung
menerima telfon itu.. “hall..” belum selesai aku mengatakan hallo, seseorang
memotong perkataanku “anton meninggal dunia karena oper dosis”. Mendengar berita
itu aku sangat sock, ternyata dia adalah pengguna narkoba dan aku ikut terjebak
dalam dunia gelap itu..
Kini hari hari disekolah tak lagi ku lalui bersamanya
seperti biasa, sejak saat itu aku
menjadi anak yang murung dan pendiam.. dan tak jarang teman ku melihat aku
termenung sendirian di sudut ruangan itu..
Suatu Pagi disekolah, aku merasa sekujur tubuhku tak
berdaya, aku tak mendapatkan obat itu lagi, teman teman mendapatiku sedang
sakau di sebuah toilet, mereka segera membawaku ke rumah sakit.. masih untung
nyawaku bisa tertolong..
Satu hal yang sangat
aku sesali dalam hidupku, dan aku tak akan bisa memaafkan diri ku sendiri,
karena kejadian ini membuat papa meninggalkan kami untuk selamany karena papa ku menderita penyakit jantung dan kejadian itu membuatnya
sock, akibat ulah ku papa kehilangan nyawa, dan mama ku sangat terpukul dengan
kejadian ini, sungguh aku tak akan bisa memaafkan diri ku sendiri…
Meninggalnya papa adalah awal kehancuran keluargaku, kini
mama sangat membenciku, dan mungkin tak akan da lagi maaf untuk ku, mama..aku
menyesal..
Setelah aku masuk rehabilitasi kini aku dinyatakan bebas
dari narkoba, tapi sayang sekali mama tak menginginkan aku tinggal bersamanya
lagi.. aku sangat sedih dan kehilangan arah,dalam hati ku menjerit “ mengapa
aku tidak mati saja seperti anton?? Tuhan.. aku benci hidupku…”
Aku bersyukur tuhan masih memberiku kesempatan untuk hidup..
seorang kakek yang sudah terlihat tua menghampiri aku di tepi jembatan itu..
lalu dia mengajakku untuk tinggal di pondok pesantrennya.. “apakah pantas
manatan pengguna narkoba sepertiku tinggal di pesantren” tanyaku dengan suara
lirih.. “astagfirullah nak.. tuhan itu maha pengampun, kembalilah padanya”
jawab kakek tua itu…
Mungkin ini saatnya untuk memperbaiki diri dan menata
hidupku kembali.. aku berharap semua bisa kembali seperti dulu..
Hari pertama di pesantren itu aku bingung ingin melakukan
apa.. tempat ini terasa asing bagiku, saat suara adzan berkumandang tanda sholat
ashar tiba seorang laki laki tampan dan gagah memberikanku alat sholat seraya
berkata “mari sholat berjamaah”, tanganku bergetar menerima pemberian itu, dan
mataku tak berkedip memandang kearah perlengkapan sholat itu…
Oohh Tuhan… betapa besar dosa yang telah aku lakukan selama
ini, kini hanya ada penyesalan dan lautan air mata yang mengalir di sudut
mataku.. izinkan aku kembali di jalanMu.. ku tau Kau menyayangiku dengan
memberikan kesempatan padaku…
Saat malam datang menyapa, aku termenung di dekat jendela
kamarku.. sosok bayangan indah datang menari nari di benak ku, dia adalah
seorang pemuda yang ku temui sore tadi, “siapa dia..? senyumnya membuat hatiku
berdegup kencang” hayal ku terbang jauh tentangnya.. semoga esok pagi aku
bertemu dengannya..
Sore ini ada pengajian di pesantre, sebagai santri aku wajib
datang ke pengajian itu, tapi aku bingung.. setiap santri yang ku temui
menggunakan jilbab yang sangat anggun, hanya aku yang tidak mengenakan jilbab,
lalu..bagaiman dengan aku ?. aku menemui kakek tua pemilik pesantren di ruangan
nya.. aku sangat terkejut melihat pemuda itu sedang berbicara dengan kakek,
langkahku seketika terhenti disini…
“ayo masuk nak” kata kakek saat melihatku, aku melangkah
dengan perlahan mendekat ke arah mereka.. “ustad azam kenalkan ini santri baru
di pesantren kita”kata kakek berbicara pada pemuda yang berdiri di dekatnya..
tanpa berjabat tangan karena bukan muhrim kami saling berkenalan,.
Setiap hari aku selalu mencari cara untuk bertemu dengan
ustad azam, dia seorang ustad muda yang sangat mengagumkan tak heran jika
banyak wanita yang memujanya termasuk aku, ku akui aku jatuh cinta padanya, ya
mngkin aku benar benar jatuh cinta pada ustad azam..
Dari gossip yang beredar di pesantren yang ku dengar sore
itu, aku kecewa sekali.. ternyata dia sebentar lagi akan menikah dengan zahra
anak ustad abu.. “masih adakah harapan untuk ku” tanyaku dalam hati..
Saat aku berjalan menuju taman kecil di belakang pesantren,
ada seorang wanita cantik memanggilku “assalamualaikum ukhti.. kamu yang
bernama aisyah??, perkenalkan namaku Zahra”. Mendengar nama itu mataku selalu
memandang pada wanita itu, aku berkata dalam hati “ohh,,ini wanita yang akan
menikah dengan ustad azam, pantas saja..hhmmm”
Setelah pertemuan itu, aku menjadi terobsesi pada wanita
cantik itu.. aku mulai mengenakan jilbab dan mengenakan pakaian seperti wanita
itu, dalam fikirianku..”siapa tau dengan berpenampilan seperti ini ustad azam
akan berpaling padaku,hehehe”
Aku semakin tak kuat menahan perasaan ku pada ustad azam,
lalui aku memutuskan menulis sepucuk surat untuk menyatakan perasaanku padanya,
sekian hari aku menunggu tapi tak ada balasan surat darinya.. aku merasa sangat
malu dengannya, dan sejak itu aku tidak berani menemuinya lagi…
Aku menemukan sebuah buku yang berjudul “Aisyah” di kamarku,
judulnya sama seperti namaku, dalam buku itu aku menemukan sepotong kertas
kecil yang berisi “kamu terlihat lebih cantik dan anggun dengan memakai jilbab”
mungkinkah ini dari ustad azam?? Oohh..betapa senangnya hatiku saat
ini..
Esok harinya aku bertemu ustad azam, ku kira dia akan
menanyakan soal buku itu padaku, tapi ternyata..sebuah undangan pernikahannya
dengan Zahra, seketika melihat kedua nama dalam undangan itu, air mataku jatuh
semakin deras, hatiku hancur bagaikan debu.. Ya Allah ternyata aku salah
menduga, tapi apa aku salah jatuh cinta padanya?? Lalu siapa yang memberikan
buku itu padaku…
Setelah hari pernikahan mereka, kakek memanggilku
“aisyah..jika ada seseorang melamarmu, apa kamu akan menerimanya” aku sangat
terkejut mendengar pertanyaan itu.. hatiku yang hancur semakin bingung tak
menentu.. “apa maksud kakek??” tanyaku…Kakek hanya tersenyum dan berkata “nanti
kamu akan mengerti”..
Setelah beberapa minggu, aku telah bisa mngobati luka
hatiku, aku bisa menerima semua kenyataan ini, Allah pasti punya rencana indah
untuk ku di balik semua ini.. aku kembali tersenyum dan merasa lebih baik dari
sebelumnya…
Hari begitu cerah dengan langit yang kian biru.. pemandangan
yang mengejutkan saat ku melihat di pintu masuk pesantren, ku melihat sosok
wanita yang lama tak aku temui.. “mama” iya itu mama.. teriakku, lalu siapa
laki laki muda yang bada di sebelahnya??
Ternyata ini yang di maksud kakek sebulan yang lalu..
Mama datang bersama seorang laki laki yang ingin meminangku,
laki laki yang sangat sempurna bagiku, tampan, soleh, berwawasan luas dan penuh
kasih sayang..
Kadang aku berfikir mantan pengguna narkoba sepertiku tak
pantas untuk menjadi pendampingnya.. tapi Allah SWT berkata lain, dialah jodoh yang dipersiapkan
Allah untuk ku, seorang laki laki yang akan menjadi imam yang akan membimbingku
di dunia, dan menjadi penuntun surgaku…
Terima kasih Ya Allah…aku sangat bersyukur atas anugrah yang
Engkau berikan padaku.. Sungguh Kau Maha Penyayang umat_Mu…
Dan pada akhirnya aku bisa bersama dengan mama lagi… hidupku
terasa sangat lengkap dengan adanya zaky, lelaki yang menikahi ku…